Curahan Hati Hansamu Yama: “Saya Minder Lihat Boaz”

Jadi seorang pemain sepak bola handal dan professional ibarat sebuah mimpi yang menjadi kenyataan bagi bek Persebaya Surabaya, Hansamu Yama Pranata. Karirnya melesat tajam pada tahun 2010 setelah ia ditempa SSB Mojokerto Muda. Dirinya juga mendapatkan kesempatan bergabung dengan SAD Indonesia ataupun Tim Deportivo Indonesia yang berlatih di Uruguay. Bisa dikatakan, karir cemerlangnya ada di genggaman pemain muda itu mulai dari sana.

Awal Karir Cemerlang Hansamu Yama

Dari situ lah pintu menuju ke Timnas Indonesia mulai terbuka. Dan sekarang ia menjelma jadi bek andalan Skuat Garuda Indonesia. Bahkan dirinya nyaris membawa Timnas Indonesia merebut gelar AFF di tahun 2016 lalu atau yang menjadi debut turnamen bersama timnas senior.

Mungkin anda penasaran dengan awal perjalanan karirnya hingga sampai saat ini ia menjadi pemain sepak bola terkenal. Bagaimana sebenarnya masa kanak-kanak Hanasamu sampai akhirnya menjadi pemain muda yang berhasil ‘menyusup’ ke senior di ajang Piala AFF 2016? Kalau anda penasaran, di bawah ini akan kami sertakan wawancara eksklusif yang dilansir dari CNN Indonesia dengan pemain sepak bola kenamaan tersebut.

Pengalaman Masa Kecil Saat Masih Mimpi Jadi Pesepakbola

Hansamu Yama mengatakan bahwa sebenarnya cita-citanya memang ingin sekali jadi pemain sepak bola. Ia selalu bermimpi tentang bermain sepak bola terus menerus dan bisa mencetak gol selebrasi dan disaksikan oleh banyak orang. Tak ada orang yang menginspirasinya untuk menjadi pemain sepak bola. Bahkan ayahnya malah bermain voli, bukan sepak bola. “Jadi memang terinspirasi dari diri sendiri saja,” ungkapnya.

Ketika ditanyai siapakah pemain idolanya, ia menjawab “Di lokal banyak pemain yang saya idolakan, pertama dulu saya mengidolakan Zheng Cheng (kipper Persebaya), soalnya saya waktu itu main bola pertama jadi kipper.” Waktu ia duduk di bangku SD, ia diminta untuk menjadi kipper karena ia berbadan tinggi. Namun saat masuk ke SSB ia dimainkan sebagai bek sampai dengan sekarang.

Tak Cuma Zheng Cheng saja, ia juga mengidolakan Mas Kurus (Kurniawan Dwi Yulianto), Hamka Hamzah dan Abah Bejo Sugiarto. Kalau internasional, katanya ia mengidolakan Gerard Pique.

Pengalaman Menarik Saat Gabung SAD ke Uruguay Tahun 2013

Ketika ia ditanya bagaimana kah pengalamannya dan apakah ada sesuatu yang menarik ketika dirinya bergabung dengan SAD ke Uruguay, ia menjawab, “Di Uruguay banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan, terutama togel totobet menjadi seorang pribadi yang mandiri. Karena di sana kita kan diajarkan hidup dengan mandiri, disiplin dan kekeluargaan antar pemain dan banyak juga pastinya.”

Cerita menarik juga masih banyak. Namun baginya, yang paling membekas ketika dirinya tak bisa pulang kampung di momen lebaran. Waktunya Salad Id malahan dia latihan dengan pemain lainnya, lalu malamnya mencari tempat masing-masing untuk menelpon orang rumah. Ia mengaku bahkan sampai menangis.

Pengalaman di Piala AFF

Saat ia bercerita pengalamannya bergabung dengan Timnas Indonesia senior di ajang Piala AFF, ia mengatakan bahwa pengalamannya yang paling berkesan adalah bisa mencetak gol di sana dan bisa bermain dengan Boaz Salosa. Katanya, ia merasa minder melihat permainan Boaz. Ia tak menyangkan dapat bermain satu tim dengan Boaz padahal kualitas dirinya, menurutnya, masih sangat jauh dengan Boaz. Ia juga mengaku bahwa ia menjadi pemain langganan timnas senior.

Ia mengaku rasanya tak karuan bisa tampil di ajang Piala AFF 2016 itu.