Akibat Banjir Bekasi: 1 Orang Tewas Hingga Alat Terapi Kanker RSCM Terendam

Seorang pria di Bekasi bernama Tisin dilaporkan meninggal dunia saat banjir melanda wilayah Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, hari Minggu (23/2). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengatakan bahwa korban diduga tewas karena tersengat listrik.

Korban Banjir Tewas Tersengat Listrik

“Diduga tersengat arus listrik pada saat hujan deras,” ungkap Yusri dalam keterangan tertulisnya Senin (24/2).

Kejadian nahas ini bermula ketika korban bersama rekannya tengah berjaga di pos keamanan kira-kira pada pukul 02.00 WIB, Minggu (23/2). Pada waktu itu, terjadi hujan togel sgp yang sangat deras disertai dengan petir. Akibatnya, banjir langsung menggenangi Medan Satria, Bekasi. Sampai-sampai volume air jadi meninggi dan korban lalu tiba-tiba saja terjatuh.

Yusri juga mengatakan bahwa rekan korban langsung ingin membantu. Akan tetapi, ia curiga akan tersengat listrik andai membantu sang korban. “Listrik dimatikan terlebih dulu, saksi membantu mengangkat korban dan membawanya ke rumahnya. Kejadian itu diketahui saksi yang melihat ada baju yang mengapung kemudian mendekatinya, melihat ada tangan yang menempel di pos keamanan,” ungkap Yusri lagi.

Ia menyebutkan bahwa pihak keluarga korban menolak untuk melakukan proses autopsy. Sekarang ini korban telah dimakamkan pihak keluarga. Dan diketahui banjir memang melanda wilayah Bekasi, Jawa Barat pada hari Minggu (23/2). Pemukiman sampai dengan jalan raya terendam volume air akibat hujan yang sangat deras.

RSCM Ikut Terendam Banjir, Alat Terapi Kanker Tercanggih Sempat Ikut Terendam

Selain di Bekasi, banjir pun melanda sejumlah wilayah yang berada di Jakarta. Bahkan RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) juga tergenang banjir. Ada sejumlah alat medis yang mana terendam banjir, sehingga tidak bisa digunakan lagi untuk sementara waktu. Salah satu alat medis yang terendam banjir adalah alat terapi kanker tercanggih di Indonesia, yaitu Tomoterapi. Alat ini terendam dan yang diketahui terendam antara lain seluruh system PACS (Picture Archiving and Communication System), Satu Unit Ultar Sound Accuson, satu unit MRI Siemens, Dua unit CT Scan, Mobile X-Ray, Stationary X-Ray Floor, Mammpgraphy, Fluoroscopy, Stationary X-ray Ceiling.

Menyikapi hal ini, direktur Pengembangan dan Pemasaran RSCM Ratna Dwi Restuti menyatakan bahwa alat itu sudah dikeringkan, akan tetapi masih dalam pengecekan. Sampai dengan saat ni, belum diketahui juga apakah alat Tomoterapi tersebut rusak atau masih bisa digunakan.

“Sudah dikeringkan semua tinggal menunggu uji coba alatnya hari ini masih belum bisa beroperasi ya,” ungkap Ratna dikutip dari CNN Indonesia, hari Minggu (23/2).

Tomoterapi ini adalah alat terapi kanker yang menggunakan teknologi terbaru dan juga tercanggih yang dimiliki oleh RSCM. Temoterapi sendiri mulai dioperasikan oleh RSCM pada Desember 2016 yang mana merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Keunggulan Tomoterapi ini dapat memberikan terapi untuk pasien kanker dengan Cuma menarget sel kankernya saja di tempat tertentu tanpa harus merusak sel-sel lainnya yang ada di sekitarnya. Dan tingkat akurasinya tergolong sangat tinggi.

Selain itu juga, alat ini pun bisa menarget berbagai wilayah tubuh dengan jangkauan yang lebih luas lagi. Waktu terapinya juga bisa lebih singkat dibandingkan dengan radioterapi yang biasanya. Alat ini adalah salah satu alat tercanggih kebanggaan RSCM karena hanya RSCM saja yang memilikinya di Indonesia. Bahkan di Asia Tenggara, yang memilikinya hanya Singapura, Filipina dan Thailand. Jadi, wajar jika pihak RSCM harus menaruh perhatian saat alat medis ini terendam banjir.

Leave a Reply