Kebahagiaan Pemandu Wisata Sambut Legalisasi Arak Bali

Alis mata Putu Pratama seketika mengerut ketika melihat halaman pertama surat kabar yang rilis pada hari Kamis (6/1). Wajah yang pada awalnya terlihat sangat serius, kemudian langsung berganti senyum ketika menatap Gubernur Bali, Wayan Koster, mengangkat dan juga menegak satu seloki minuman keras khas Bali.

Legalisasi Arak Bali

Pada hari Rabu (5/1), Koster menyosialisasikan Peraturan Gubernur No. 1 Tahun 2020 soal Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi khas dari Pulau Dewata itu. Aturan tersebut kemudian membuat arak, tauk dan juga brem bali legal.

Langsung saja kabar itu disambut oleh Pratama yang berprofesi sebagai pemandu wisata yang berasal dari Gianyar yang sering sekali menemani para wisatawan dari berbagai negara berjalan-jalan di Pulau Dewata itu. Ia sangat bahagia menyambut legalisasi itu. Hal itu dikarenakan selama ini, wisatawan sering sekali menanyakan minuman lokal yang beralkohol. Saat itu Pratama Cuma menjelaskan bahwa ada hukum di Bali dan di Indonesia yang secara umum terkait dengan minuman keras yang dimaksudnya.

Mereka yang memproduksi, dan/atau menjual arak, imbuhnya, kerap sekali ditangkapi oleh polisi. Pratama sendiri menyayangkan soal hal ini di tengah gencar-gencarnya negara lain membanggakan kearifan lokal yang dimilikinya, termasuk untuk miras khas Bali itu. Misalnya saja Jepang dengan Sake-nya.

“Sekarang petani arak di Bali sudah memiliki paying hukum. Apabila petani atau penjual arak tidak resah lagi, mereka bisa fokus memberdayakan ini. Sebenarnya ini baik karena Bali adalah daerah wisata,” ungkapnya.

Menurut dirinya, hal tersebut baik untuk pariwisata Bali sekaligus untuk memberikan dampak yang sangat berarti untuk perbaikan ekonomi masyarakat. “Yang perlu kita ketahui sekarang adalah teknisnya. Bagaimana agar petani ini bener-bener diberdayakan, kemudian disalurkan, untuk dijual secara legal dan tak lagi kucing-kucingan,” ungkapnya lagi dilansir dari CNN Indonesia.

Desa Percontohan

Ditemui terpisah, Hendra Prasmono, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali, NTT dan NTB, mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali. Mereka menggunakan skema kemitraan usaha dengan para petani arak, koperasi dan juga pihak produsen minuma yang mengandung etil alcohol togel online 2020 atau MMEA. Teknisnya adalah petani arak menjual hasil produksinya ke koperasi. Kemudian koperasi berperan sebagai pengepulnya. Selanjutnya mereka menjual bahan baku itu ke produsen atau pabrikan.

Produsen sendiri masih akan mengolah bahan baku ini supaya bisa terstandarisasi dan lebih terjaga kehigienisannya. Lalu pabrik akan melekatkan pita cukainya.

Tak Cuma mengatur skema tata kelola itu, Pergub juga mengatur soal harga patokan petani atau standar batas bawah di tiap jenjang distribusinya. Hendra sendiri menyampaikan ia akan mulai untuk menerapkan Pergub ini dengan menjadikan Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, dan juga Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, sebagai desa proyek percontohan.

Sebelumnya Koster sendiri menyebutkan bahwa Pergub Arak Bali ini bertujuan untuk melindungi keragaman budaya sekaligus juga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Bali. Selama ini diketahui bahwa ada sejumlah pasal dalam KUHP yang dapat memidanakan pemabuk. Misalnya saja Pasal 536 (mabuk di jalan umum), kemudian ada Pasal 492 (mabuk di muka umum merintangi lalu lintas dan bisa mengganggu ketertiban) serta Pasal 300 (menjual, memberikan minuman minuman memabukkan dan juga membuat mabuk anak-anak). Penjualan miras di Indonesia juga dibatasi oleh Peraturan Menteri Perdagangan NO. 6 2015.  

Leave a Reply