Vonis Mati Mantan Presiden Pakistan Batal

Hakim Pengadilan Tinggi Lahore, Pakistan, akhirnya memutuskan untuk membatalkan vonis mati yang mana sebelumnya dijatuhkan kepada eks Presiden Pervez Musharraf. Mereka menyatakan bahwa pengadilan khusus yang mana dibentuk mantan sekutu Amerika Serikat itu tak sah. Oleh karena itu keputusannya juga tak memiliki dasar hukum data hk 2020.

Vonis Mati dibatalkan

Seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (14/1), keputusan tersebut dibacakan usai tim kuasa hukum Masharraf mengajukan petisi pada pengadilan tinggi setelah vonis yang dijatuhkan pada Desember 2019 lalu. Putusan tersebut diambil setelah hakim menyatakan bahwa Mushraff bersalah dengan melanggar undang-undang karena telah menerapkan status darurat negara.

Di tahun 1999, Masharraf pasalnya merebut kekuasaan dengan melakukan kudeta pada Perdana Menteri Nawaz Sharif. Setelah itu, 8 tahun kemudian, Masharraf menetapkan status darurat negara kemudian menjadikan sejumlah hakim sebagai tahanan rumah. Langkah itu lalu mendapatkan kecaman yang sangat keras. Tak Cuma itu, akhirnya tersulutlah aksi protes di mana-mana secara massif. Dan akibatnya adalah ia memutuskan untuk mengundurkan diri pada tahun 2008.

“Hukuman mati pada Pervez Masharraf dimentahkan perintah pengadilan,” ungkap Jaksa Penuntut Umum, Ishtiaq Khan.

Sementara itu, kuasa hukum Masharraf yaitu Azhar Sadique, malahan memuji keputusan hakim itu. Ia mengatakan bahwa kliennya adalah korban saja dari perseteruan politik kemudian dituduh makar setelah Sharif kembali lagi berkuasa pada tahun 2014. “Kita lihat tanggapan pemerintah,” ungkap Sadique.

Menanggapi hal itu, Masharraf sendiri mengatakan bahwa ia sangat senang dan lega. “Saya merasa lebih baik,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

Masharraf pun mengatakan bahwa mahkamah khusus bandar togel yang mana mengadili dirinya pada tahun 2014 dan 2019 itu menolak permintaannya untuk merekam pernyataan dari Dubai, Uni Emirat Arab. Ia bermukir di negara tersebut sejak 4 tahun lalu dengan dalih berobat.

Sementara itu Sharif sendiri divonis bersalah dalam kasus korupsi 3 tahun yang lalu. Saat ini ia bermukim di London, Inggris, karena ia dibantarkan untuk keperluan berobat. Masharraf sendiri diduga terlibat juga dalam beberapa kasus pembunuhan. Misalnya saja dari pemimpin pemberontak Balluchistan, Akbar Bugti, di tahun 2006 sampai dengan mantan PM Pakistan, Benazir Bhutto di tahun 2007.

Masharraf Anggap Vonis Matinya Dulu Berbau Dendam

Pada bulan Desember 2019 di mana vonis matinya dilayangkan, Masharraf mengatakan bahwa vonis mati atas tuduhan makar yang disangkakan pada dirinya sangat kental dengan nuansa balas dendam. “Kasus ini diangkat dan juga diusut karena dendam pribadi sejumlah orang kepada saya,” ungkapnya saat itu dikutip dari CNN Indonesia, di mana ia sampaikan dalam sebuah video.

Dalam video tersebut, ia terlihat sedang terbaring di sebuah rumah sakit dan tak bisa dengan lancar bicara. Saat itu ia dlaporkan berada di Dubai untuk keperluan berobat dalam keadaan yang sedang sakit cukup parah. Mantan jenderal itu juga tak merinci saat itu langkap apa yang ia dan tim kuasa hukumnya akan ambil terkait dengan vonis yang dijatuhkan padanya itu.

Putusan mati tersebut juga dijatuhkan pada Masharraf karena ia menangguhkan konstitusi dan juga menerapkan aturan darurat di tahun 2007. Kebijakan tersebut banyak dianggap sebagai pelanggaran di tahun 2014. Masharraf jadi mantan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan yang pertama dipidana dengan dakwaan makar. Ia dijatuhi hukuman mati saat itu. Namun sekarang ia bisa bernafas lega karena vonis itu dibatalkan.

Leave a Reply