Ulasan Film Eggnoid: Cinta&Portal Waktu

Visinema Pictures sepertinya ingin jadi rumah produksi spesialis cerita yang unik-unik. Setelah mengadaptasi novel Webtoon, Terlalu Tampan (2018), kali ini mereka mengadaptasi Eggnoid dengan judul Eggnoid: Cinta & Portal Waktu.

Synopsis Eggnoid: Cinta & Portal Waktu

Film Eggnoid: Cinta & Portal Waktu ini menceritakan seorang perempuan bernama Kirana (Sheila Dara) atau dikenal juga dengan Ran. Ia mengalami depresi karena ia merasa kesepian. Kedua. orang tuanya telah meninggal ketika ia berumur 7 tahun.

Tepat di saat Kirana berumur 17 tahun, ia kedatangan sebutir telur. Dan di dalam telur itu. Ada manusia yang disebut dengan Eggnoid yang dikirim dari masa depan untuk membantu seorang majikan. Eggnoid tersebut kemudian diberinya nama Eggy (Morgan Oey).

Lama kelamaan, Eggy dan Kirana jadi sangat dekat dan mereka tak bisa lepas, layaknya dua sejoli yang tengah menjalin hubungan.

Ulasan Eggnoid: Cinta & Portal Waktu

Bisa dikatakan kalau cerita yang dibawa oleh Eggnoid: Cinta & Portal Waktu ini unik, segar dan menarik. Akan tetapi, sayangnya, eksekusi filmnya tak terlalu baik dan kurang matang kesannya, baik karena penyutradaraan maupun dari naskahnya. Eksekusi yang kurang baik ini tercermin di awal sampai dengan setengah film.

Ada beberapa dialog yang mana kurang penting. Misalnya dialog yang kurang penting saat Ran dengan Eggy di toko es krim yang saat mereka bercanda soal rasa favorit mereka. Adegan di toko es krim itu tidak lucu dan kesannya terlalu lama sehingga terasa cukup membosankan seperti sinetron layar kaca yang juga membosankan/

Bisa jadi adegan etrsebut dibuat panjang untuk menggambarkan perasaan Eggy. Padahal ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menunjukkan perasaan mereka. Beruntungnya acting Sheila Dara dapat menyelamatkan film ini. Ekspresi wajah Sheila di sana digambarkan dengan baik, perasaan sepi dan juga bahagia yang dirasakannya. Terlebih lagi saat Kirana dengan Eggy bermanja-manja.

Acting Morgan Oey bisa dikatakan baik walaupun belum bisa dibandingkan dengan Sheila yang sudah lebih bai. Ada beberapa acting Morgan yang bisa dikatakan kesannya kaku dan tak alami. Seperti mislnya saat ia tengah marah ketika berbicara dengan Sheila.

Namun ada hal lainnya yang mampu menyelamatkan film ini. Yaitu ceritanya yang mulai menarik dari tengah sampai dengan akhir. Penonton mulai dibuat penasaran melalui berbagai adegan terutama adegan yang fokus pada karakter Eggy.

Selain itu juga pembentukan karakter Sheila dan Eggy yang bisa dikatakan baik. Mereka berkembang pelan-pelan sehingga membuat para penontonnya penasaran akan jadi pribadi seperti apa sih ketika film selesai, terutama Eggy yang bukan lah manusia seutuhnya.

Karakter lainnya yang juga penting di sini adalah Zion (Martin Anugrah) dan juga Zen (Reza Nangin). Mereka adalah orang yang bertugas untuk menertibkan Eggnoid yang ada di bumi. Di dalam film ini, mereka dapat porsi yang bisa dikatakan cukup lumayan, khususnya untuk membuat penonton tertawa lewat kelakukan konyolnya. Jika kedua karakter ini taka da, mungkin sekali film ini akan jadi hambar rasanya. Jadi, perlu diapresiasi juga kehadiran dua karakter dalam film ini.

Beruntungnya film yang diadaptasi dari Webtoon ini sudah memiliki penggemarnya sendiri. Jadi, kebanyakan yang menonton dan mendukung film ini adalah para penggemarnya di Webtoon. Kalau tidak, mungkin saja film ini tak memiliki penonton di bioskop.

Leave a Reply